Pelatihan tenaga kesehatan dalam penegakan diagnosis penyakit menular seksual dengan pemeriksaan mikroskopis sederhana di fasilitas kesehatan primer
Abstrak
Penyakit menular seksual (PMS) merupakan penyakit infeksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Penegakan diagnosis etiologi yang tidak tepat dapat menyebabkan penatalaksanaan tidak efektif sehingga mempertinggi resiko penularan. Selain itu, pemberian tatalaksana antimikroba empirik tanpa informasi kemungkinan etiologi di era tingginya kasus resistensi antimikroba seringkali menimbulkan luaran klinis yang tidak memuaskan dan merupakan tindakan yang tidak bijaksana. Pasien dengan PMS seringkali mencari pertolongan pertama di fasilitas kesehatan primer, termasuk puskesmas. Penyegaran akan situasi terkini dari PMS, termasuk cara diagnosis yang tepat bagi tenaga kesehatan akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap pasien. Salah satu pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan mikroskopis dari spesimen sekret genitalia, dimana kualitas dari pemeriksaan mikrobiologi sangat bergantung akan kualitas dari spesimen yang diperiksakan. Pelatihan teknik pengambilan spesimen dilanjutkan dengan teknik pemeriksaan mikroskopis pada tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter umum, bidan, perawat, dan ahli tenaga laboratorium medik (ATLM) diharapkan dapat meningkatkan ketepatan diagnosis yang berpengaruh terhadap kualitas manajemen kasus PMS. Pelatihan diadakan dalam bentuk paparan materi dan pelatihan hands-on mengenai cara pengambilan spesimen untuk pemeriksaan mikroskopis dan teknik pemeriksaan mikroskopis sederhana untuk penegakan diagnosis etiologi PMS. Terdapat peningkatan pemahaman peserta pelatihan setelah mendapatkan pemaparan materi dan peragaan terkait pelatihan pertama dan kedua, hal ini dibuktikan dengan peningkatan rerata nilai post-test dibandingkan dengan nilai pre-test. Tenaga kesehatan juga telah dapat mempraktikkan teknik pengambilan spesimen dan pemeriksaan mikroskopis secara mandiri setelah mengikuti pelatihan. Pelatihan ini terbutki meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam manajemen PMS dan membantu meningkatkan angka cakupan diagnosis dalam manajemen PMS.






