Pendampingan santri dalam pemanfaatan tanaman obat untuk mencegah anemia

  • Evi Lusiana Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Muhammad Irsan Saleh Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Nia Savitri Tamzil Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Desi Oktariana Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijata, Palembang, Indonesia
  • Tia Sabrina Bagian Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Aisya Turridho Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Zahrah Aliyah Qonitah Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
Kata Kunci: Anemia, Tanaman Herbal, Pondok Pesantren

Abstrak

Anemia merupakan kondisi kurangnya kadar hemoglobin dalam darah yang dapat menurunkan produktivitas dan kesehatan, terutama di kalangan populasi rentan seperti santri pondok pesantren. Edukasi dan pemanfaatan tanaman herbal memiliki potensi dalam pencegahan anemia. Namun, masih kurang disosialisasikan kepada santri. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri terkait anemia, pemanfaatan tanaman herbal sebagai pencegah anemia dan skrining kesehatan santri di Pondok Pesantren Modern Thawalib Sriwijaya Palembang dengan melibatkan 40 partisipan (67,5% laki-laki dan 32,5% perempuan). Kegiatan ini mencakup edukasi, skrining kesehatan, dan pendampingan budidaya tanaman herbal. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada  tingkat pengetahuan dari 30% menjadi 95%, sikap dari 15% menjadi 65%, dan tindakan dari 47,5% menjadi 82,5%. Skrining hemoglobin mengidentifikasi prevalensi anemia sedang pada 42,5% peserta, anemia ringan dan berat masing-masing 10%, serta 37,5% tanpa anemia. Skrining hemoglobin menunjukkan prevalensi anemia sedang pada 42,5% peserta, anemia ringan dan berat masing-masing 10%, serta peserta tanpa anemia sebanyak 37,5%. Edukasi terbukti efektif meningkatkan pemahaman dalam pengetahuan, sikap, dan tindakan santri tentang anemia dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai upaya pencegahan anemia.

Diterbitkan
2025-11-30