Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penggunaan Media Edukasi Gizi Bayi/Balita dan Keterampilan Komunikasi di Posyandu Sanggar Waringin, Kelurahan Lok Bahu

  • Revina Nur Wahidah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Aprilianus Reynaldy Nurak Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Abel Jenissa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Kharisya Nur Ainun Nabilah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Maspah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Maura Arielia Nurhaliza Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Nur Asma Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Sri Dwijayanti Mutiara Sujaya Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Zaky Rahmanul Atif Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Nur Rohmah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Annisa Nurrachmawati Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Lies Permana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
  • Rina Tri Agustini Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Posyandu, Gizi Bayi/Balita, Media Edukasi, Kader Posyandu

Abstrak

Pemberdayaan masyarakat merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup melalui peningkatan kapasitas individu dan komunitas, khususnya di bidang kesehatan. Posyandu Sanggar Waringin, Kelurahan Lok Bahu, menghadapi tantangan berupa rendahnya cakupan imunisasi, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi, dan tingginya prevalensi penyakit yang dapat dicegah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kader Posyandu dalam penggunaan media edukasi gizi bayi dan balita serta komunikasi dengan masyarakat melalui program Lentera (Latihan Edukasi dan Komunikasi Kader Mandiri). Metode penelitian menggunakan pendekatan partisipatif dengan kegiatan meliputi wawancara, observasi, pemetaan sosial, dan focus group discussion dengan melibatkan 6 kader Posyandu. Intervensi dilakukan melalui pelatihan menggunakan media edukasi dan praktik pencarian informasi kesehatan dari website Kementerian Kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kader, dengan nilai rata-rata pre-test 65 meningkat menjadi 87,5 pada post-test (p = 0,024). Selain itu, pelatihan juga meningkatkan rasa percaya diri kader dalam memaparkan informasi gizi. Kegiatan ini berhasil memperkuat kapasitas kader sebagai agen kesehatan komunitas, sehingga berpotensi meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gizi dan mendukung upaya pencegahan stunting. Kesimpulannya, pemberdayaan melalui program Lentera efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Posyandu Sanggar Waringin, dengan fokus pada edukasi gizi dan komunikasi. Program ini diharapkan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan terhadap kesehatan masyarakat.

Diterbitkan
2025-07-31