Edukasi keluarga berencana dan metode kontrasepsi pada wanita usia subur di Kecamatan Kemuning, Palembang, Sumatera Selatan

  • Ratika Febriani Departemen Fisiologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Ratih Pratiwi Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Indri Ramayanti Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Putri Aprilia Kusuma Widyanti Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Palembang
Kata Kunci: Keluarga Berencana, Metode Kontrasepsi, Masyarakat

Abstrak

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan program yang bertujuan untuk mengendalikan laju pertambahan penduduk, mengatur kehamilan, jarak, dan usia ideal untuk melahirkan. Di Indonesia cakupan peserta KB aktif metode jangka panjang masih tergolong rendah, yaitu : AKDR (7,4%), AKBK (7,4%), MOW (2,7%), dan MOP (0,5%) yang masih berada jauh dibawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yaitu 66%. Banyak faktor yang menjadi penyebab pengguna kontrasepsi, salah satunya pengetahuan pengguna KB mengenai metode konstrasepsi. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terutama pada wanita usia subur, tentang keluarga berencana serta berbagai metode kontrasepsi, sehingga mereka dapat memilih dan menggunakan metode yang sesuai guna mendukung kesehatan reproduksi serta kesejahteraan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi melalui presentasi materi dengan metode ceramah dan diskusi. Sebelum dan sesudah pemberian edukasi dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan masyarakat mengenai keluarga berencana dan metode kontrasepsi. Didapatkan rerata skor pretest 53,17 dan rerata skor post test 87,34. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada peserta mengenai konsep keluarga berencana dan macam-macam metode kontrasepsi.

Diterbitkan
2025-11-30