Penyuluhan tatap muka dan pemeriksaan PCR feses dalam meningkatkan pemahaman tentang koinfeksi kecacingan pada penderita HIV-AIDS kota Palembang

  • Ahmad Ghiffari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Chairil Anwar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Thia Prameswarie Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Resy Asmalia Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Ratika Febriani Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Nadhea Yolanda Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Faradila Faradila Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  • Nurul Qamariah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  • Dalila Dalila Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang
  • Sanely Risti Fakultas Kedokteran Universitas Bangka Belitung
Kata Kunci: Koinfeksi HIV, Kecacingan, Penyuluhan, Peningkatan Pemahaman, Pre-Post Test, PCR

Abstrak

Koinfeksi HIV dengan kecacingan berpotensi mempercepat progresi HIV menjadi AIDS, sehingga pemahaman yang baik mengenai kondisi ini sangat penting bagi penderita. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Kecamatan Ilir Timur 2 (Dobu Coffee) dengan melibatkan 30 peserta penderita HIV, menggunakan metode tatap muka dengan pemaparan materi oleh narasumber serta pemeriksaan laboratorium spesimen feses. Evaluasi pemahaman dilakukan melalui pre-test dan post-test yang diikuti oleh 34 responden, menunjukkan rata-rata Pre adalah 51.42 dengan deviasi standar 16.75, sementara Post memiliki rata-rata 71.39 dengan deviasi standar 16.96, yang mengindikasikan adanya dampak positif. Hasil pemeriksaan PCR menunjukkan adanya 24 pasien positif infeksi kecacingan. Kesimpulan pre-test dan post-test mengindikasikan dampak positif terhadap pemahaman peserta meskipun dengan variasi perubahan nilai. Temuan kecacingan pasien memerlukan tindakan lanjut semisal penelitian keterkaitan infeksi kecacingan dengan status imun pasien HIV. Selanjutnya, pemeriksaan berkala perlu diterapkan sebagai bagian dari pemantauan kesehatan pasien, sehingga deteksi dini dapat dilakukan secara optimal.

Diterbitkan
2026-03-15