Deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular melalui edukasi dan skrining kesehatan pada petugas kebersihan kampus di Makassar
Abstrak
Penyakit tidak menular merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia dan di Indonesia, namun petugas kebersihan sebagai pekerja penunjang institusi pendidikan tinggi jarang menjadi sasaran program deteksi dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular sekaligus memberikan edukasi kesehatan kepada petugas kebersihan Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Kegiatan dilaksanakan pada 29 Agustus 2025 dengan pendekatan partisipatif melalui tiga tahap terintegrasi, yaitu edukasi kesehatan kelompok, skrining kesehatan, dan konseling individual. Skrining meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, gula darah sewaktu, dan kolesterol total. Seluruh petugas kebersihan yang bertugas diikutsertakan secara total sampling dan data dianalisis secara deskriptif. Dari 36 peserta, 32 orang (88,9%) berjenis kelamin perempuan, rerata usia 42,6 ± 11,9 tahun, dan 23 orang (63,9%) berpendidikan sekolah menengah pertama ke bawah. Sebanyak 18 peserta (50,0%) mengalami obesitas dan 8 peserta (22,2%) berat badan lebih. Obesitas sentral ditemukan pada 23 peserta (63,9%), terdiri atas 21 dari 32 perempuan (65,6%) dan 2 dari 4 laki-laki (50,0%). Tekanan darah tidak optimal ditemukan pada 25 peserta (69,4%), dengan 16 peserta (44,4%) memenuhi kriteria hipertensi. Sebanyak 5 peserta (13,9%) tergolong prediabetes dan 3 peserta (8,3%) diabetes, sedangkan 4 peserta (11,1%) memiliki kadar kolesterol total borderline. Seluruh peserta dengan hasil abnormal memperoleh konseling dan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Temuan ini menegaskan tingginya beban faktor risiko penyakit tidak menular pada petugas kebersihan, khususnya perempuan, sehingga diperlukan program promotif dan preventif berbasis tempat kerja yang berkelanjutan dan sensitif gender.






