Konseling pola makan gizi seimbang pada atlet remaja di Pertukaran Pemuda antar Provinsi (PPAP) dan Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS) Wisma Atlet Jakabaring Palembang
Abstrak
Atlet remaja memiliki kebutuhan energi dan zat gizi yang tinggi karena berada pada masa pertumbuhan dan menjalani latihan fisik intensitas sedang hingga berat. Namun, ketidakteraturan pola makan dan rendahnya pemahaman gizi masih menjadi permasalahan pada atlet yang tinggal di wisma pembinaan. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai tingkat kecukupan zat gizi serta memberikan konseling pola makan gizi seimbang pada atlet remaja di Wisma Atlet Jakabaring Palembang. Metode yang digunakan meliputi pengukuran antropometri, penilaian asupan gizi menggunakan food recall 24 Hours, analisis tingkat kecukupan zat gizi, dan konseling gizi. Subjek terdiri dari 21 atlet remaja dari berbagai cabang olahraga. Hasil menunjukkan sebagian besar atlet mengalami defisit berat pada pemenuhan energi (81%), protein (81%), lemak (33,3%) dan karbohidrat 90,5%. Kondisi ini dipengaruhi oleh kebiasaan melewatkan waktu makan, rendahnya konsumsi selingan, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya gizi seimbang. Konseling gizi diberikan dengan menekankan penerapan pola makan gizi seimbang, pengaturan waktu makan, pemanfaatan makanan yang tersedia di wisma, pemilihan jajanan yang lebih sehat, serta pengelolaan asupan cairan yang tepat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa konseling gizi olahraga berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran atlet terhadap pemenuhan kebutuhan gizi, sehingga dapat mendukung kesehatan, kebugaran, dan performa atlet remaja.






