Peningkatan pengetahuan kader posyandu dalam penanganan luka dan pencegahan infeksi di Puskesmas Taman Bacaan kota Palembang

  • Veny Larasati Bagian Histologi Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Zen Hafy Bagian Histologi Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Soilia Fertilita Bagian Histologi Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Riana Sari Puspita Rasyid Bagian Histologi Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
  • Ajeng Intan Estri Amanda Bagian Histologi Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Posyandu, Penanganan Luka, Pencegahan Infeksi

Abstrak

Pemberdayaan  masyarakat  merupakan  langkah  strategis  untuk  meningkatkan  kualitas  hidup  melalui peningkatan   kapasitas   individu   dan   komunitas,   khususnya   di   bidang   kesehatan.   Kader posyandu   di Puskesmas Taman Bacaan Kota Palembang menghadapi  tantangan  berupa keterbatasan mengenali jenis luka, menentukan prioritas penanganan awal, melakukan teknik pembersihan luka yang benar, menerapkan prinsip pencegahan infeksi, dan menentukan waktu yang tepat untuk merujuk pasien ke fasilitas kesehatan. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi edukatif dan pelatihan praktik berbasis komunitas untuk meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan pertolongan pertama yang aman dan tepat. Tujuan pelaksanaan pemberdayaan kader posyandu ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam penanganan luka ringan dan pencegahan infeksi di lingkungan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2025 dengan peserta sebanyak 54 orang kader posyandu. Instrumen evaluasi yang digunakan yaitu pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini dianalisis melalui analisis deskriptif terhadap demografi kader posyandu dan analisis pengetahuan (pre-test dan post-test). Analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang konsisten pada seluruh peserta. Rata-rata nilai pre-test adalah 5,55, sedangkan rata-rata nilai post-test adalah 8,11. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 2,56 poin atau 46,1% dari kondisi awal serta menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan. Temuan ini diperkuat dengan delta score positif pada seluruh peserta, yang menegaskan bahwa pelatihan memberikan dampak merata bagi kader dengan berbagai latar belakang pendidikan, usia, dan lama pengalaman.

Diterbitkan
2026-07-31