Peningkatan literasi digital (Pelita) layanan kesehatan inklusif untuk komunitas transgender di Palembang

  • Rizma Adlia Syakurah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
  • Muhamad Ridwan Afandi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
  • Fitri Aulia Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
  • Putri Inrian Tari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
  • Muhammad Naufan Rizqullah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
Kata Kunci: Literasi Kesehatan Digital, Komunitas Transgender, Layanan Kesehatan Digital

Abstrak

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab kesenjangan literasi digital yang menghambat komunitas transgender di Palembang dalam mengakses layanan kesehatan digital yang inklusif. Di tengah pesatnya transformasi kesehatan digital di Indonesia, banyak individu transgender masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan keterampilan teknologi, rendahnya kepercayaan diri, serta pengalaman diskriminasi di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi kesehatan digital komunitas transgender melalui pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas. Kegiatan meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan konseptual mengenai literasi kesehatan digital dan keamanan data pribadi, praktik langsung penggunaan aplikasi layanan kesehatan digital, serta pendampingan individual melalui layanan klinik digital mandiri. Data dikumpulkan melalui tes awal, tes akhir, lembar observasi, dan wawancara singkat. Sebanyak 32 peserta menyelesaikan seluruh rangkaian evaluasi pre-test dan post-test. Rerata skor meningkat dari 8,59 ± 3,89 pada pre-test menjadi 9,94 ± 4,33 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 1,35 poin. Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan skor yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah kegiatan (p = 0,011). Sebanyak 20 peserta mengalami peningkatan skor, sembilan peserta mengalami penurunan, dan tiga peserta tidak mengalami perubahan. Temuan kualitatif menunjukkan peningkatan kompetensi peserta dalam membuat dan mengelola surat elektronik, mengakses layanan antrean digital, memperoleh rekam medis elektronik, melakukan konsultasi kesehatan jarak jauh, serta menilai kredibilitas informasi kesehatan daring. Selain itu, program ini memperkuat kesiapan psikologis dan rasa percaya diri peserta dalam memanfaatkan layanan kesehatan digital. Sebagai upaya keberlanjutan, dipilih perwakilan peserta yang memiliki kompetensi dan motivasi tinggi sebagai Duta Literasi Digital untuk mendukung proses pendampingan di dalam komunitas. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktis peserta dalam mengakses layanan kesehatan digital secara lebih mandiri dan aman, serta mendukung terciptanya ekosistem kesehatan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Diterbitkan
2026-07-31